BangDin Pemula blogger yang ingin mendunia lewat konten yang menarik dan bermanfaat yang berfokus pada teknologi digital.

Perbedaan dan Fungsi Utama UPS dan Stabilizer

3 min read

Pengguna komputer desktop tentunya sudah tidak asing lagi dengan stabilisator / stabilizer atau biasa disebut stavolt dan Uninterruptible Power Supply (UPS). Kebanyak orang menyangka kedua perangkat ini sama. Mari ketahui perbedaan UPS dan Stabilizer.

Kedua perangkat tersebut biasanya digunakan untuk melindungi komputer. Meskipun banyak digunakan, kebanyakan orang tidak mengetahui perbedaan antara UPS dan stabilizer. Padahal, kedua perangkat ini memiliki fungsinya tersendiri.

Keduanya memiliki fungsi sebagai pelindung alat elektronik. Hanya saja cara mereka bekerja dan upaya perlindungan keduanya membuat perbedaan yang nyata.

Agar tidak membuat keputusan yang salah, kalian perlu mengetahui perbedaan antara UPS dan stabilizer. Dengan cara ini kalian tidak akan merasa rugi saat membeli.

PERBEDAAN ANTARA UPS DAN STABILIZER

Kalian dapat mengetahui perbedaan nyata antara UPS dan stabilizer dengan melihat karakteristik keduanya. Stabilizer adalah salah satu alat elektronik yang bertujuan untuk menjaga tegangan listrik tetap stabil tanpa fluktuasi. Perlu kalian ketahui bahwa daya listrik yang berasal dari PLN memiliki fluktuasi tegangan yang cukup tinggi.

Fluktuasi tegangan tidak terjadi dalam jangka waktu yang lama, biasanya hanya dalam milidetik. Namun jika kondisi ini terus berlanjut dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik di rumah, seperti komputer, televisi, dan sejenisnya. Kalian bisa melihat fluktuasi saat lampu tampak berkedip.

UPS adalah salah satu alat elektronik yang tidak dapat menstabilkan tegangan listrik dari PLN. Tapi, UPS memiliki fungsi utama menyediakan daya darurat. Menggunakan UPS sangat penting jika kalian berada di lingkungan di mana sering terjadi gangguan utilitas atau jaringan listrik, terutama pemadaman listrik yang tiba-tiba.

Perangkat elektronik yang terhubung ke UPS tidak akan langsung mati jika listrik padam. UPS menyediakan cadangan listrik yang biasanya berlangsung dalam waktu singkat, sekitar 10 hingga 15 menit. Jika menggunakan UPS di komputer, kalian dapat mematikan PC dengan cara normal.

Selain menyediakan daya listrik cadangan, UPS juga memiliki fungsi lain. Fungsi lain ini membuat perbedaan antara UPS dan stabilizer menjadi kurang signifikan.

Kegunaan lain dari UPS adalah kemampuannya untuk menstabilkan tenaga listrik. Namun, kemampuan UPS untuk menjaga stabilitas daya tidak lebih baik dari stabilizer.

Jadi dapat disimpulkan perbedaan dari keduanya adalah sebagai berikut :

  1. Stabilizer dapat menstabilkan tegangan listrik lebih baik dari UPS
  2. Saat terjadi pemadaman listrik tiba-tiba, alat elektronik yang terhubung ke Stabilizer akan langsung mati, Sedang UPS tidak.
  3. Terdapat cadangan pasokan energi listrik pada UPS, sedangkan stabilizer tidak.
  4. Stabilizer cocok digunakan di daerah dengan listrik yang tidak stabil (sering naik turun).
  5. UPS cocok digunakan pada daerah yang selalu terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba.
Baca Juga :  Ubah Password Indihome Modem HG8245H

Tapi, apasih pentingnya penggunaan Stabilizer dan UPS untuk alat elektronik di rumah? Ini dia jawabanya.

Pentingnya Menggunakan Penyedia Listrik yang Stabil dan Tidak Terganggu

Penting untuk memastikan daya listrik untuk berbagai perangkat elektronik tetap stabil dan tidak terganggu.

Dengan cara ini, masa pakai perangkat elektronik dapat dijaga agar dapat digunaka dengan waktu yang lama. Selain itu, kalian tidak akan terganggu dalam mengerjakan berbagai jenis tugas yang perlu dilakukan.

Fluktuasi tegangan yang terjadi di rumah kalian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Sambungan listrik buruk

Fluktuasi aliran arus dapat terjadi bila ada sambungan yang buruk. Kualitas sambungan yang buruk dapat terjadi di mana saja, baik di rumah maupun di jaringan transmisi listrik PLN. Selain itu, masalah kabel juga dapat menyebabkan fluktuasi listrik.

Gangguan berupa fluktuasi yang disebabkan oleh jaringan transmisi PLN tidak dapat dihindari. Sedangkan fluktuasi karena kualitas sambungan dan kabel dapat dihindari dengan menjaga sistem kelistrikan rumah secara baik. Pastikan kabel dan koneksi masih dalam kondisi baik dan berfungsi.

2. Interferensi

Menggunakan beberapa perangkat elektronik pada jaringan listrik juga dapat menyebabkan fluktuasi. Pada kondisi ini terjadi fenomena yang disebut interferensi. Tandanya, lampu yang terhubung ke jaringan yang sama, berkedip.

Untuk menghindari fluktuasi akibat gangguan, kalian harus memutuskan penggunaan listrik. Untuk perangkat elektronik sensitif seperti komputer, coba gunakan outlet listrik terpisah. Dengan cara ini, catu daya komputer bebas dari gangguan.

3. Fenomena Alam

Selain itu, fluktuasi aliran listrik juga dapat terjadi karena fenomena alam. Contoh fenomena alam yang dapat menimbulkan gejolak/fluktuasi adalah petir, burung hinggap di kabel listrik dengan kedua kakinya, atau pohon tumbang.

Variasi pada jenis peralatan elektronik yang berbeda mungkin tidak menimbulkan banyak masalah. Efeknya hanya diketahui dalam jangka panjang. Namun, dalam kasus perangkat elektronik yang sensitif seperti komputer, peralatan laboratorium, dll. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka pendek.

Selain fluktuasi daya, salah satu gangguan yang harus dihindari adalah pemadaman listrik. Pemadaman listrik mendadak dapat terjadi karena masalah pada sistem distribusi PLN. Misalnya, pemadaman listrik yang disebabkan oleh pohon yang tumbang sering terjadi selama musim hujan.

Pemadaman listrik tiba-tiba juga dapat terjadi ketika jaringan di rumah pendek atau pendek. Kondisi ini tidak hanya memperpendek umur perangkat elektronik, tapi juga bisa sangat merepotkan.

Baca Juga :  Cara Membuat Simbol Kurang Lebih di Word (±) Otomatis

Misalnnya pada kasus ini. Kebanyakan dari kalian yang berkecimpung dengan komputer dalam bekerja pasti pernah merasakanya. pada saat kalian sedang mengerjakan tugas di komputer, lalu tiba-tiba listrik padam dan kalian belum menyimpanya. Hal tersebut pasti membuat kesal.

Untuk mencegah hal tersebut, gunakanlah UPS. Seiring perkembangan zaman, UPS sudah ada yang dilengkapi fitur seperti stabilizer. Jadi lebih baik mengeluarkan biaya lebih untuk melindungi komputer kalian, terutama yang bekerja di perusahaan besar serta tugas yang sedang dikerjakan.

UPS yang Memiliki Fungsi Sebagai Stabilizer

Ada beberapa jenis UPS di pasaran yang memiliki fungsi sama seperti sabilizer. Hanya saja perlu kalian ketahui juga bahwa kemampuan UPS untuk menstabilkan listrik PLN itu terbagi berdasarkan tipenya. Ada 3 jenis UPS yang umum digunakan yaitu:

  •  Standby UPS

Jenis UPS ini paling ekonomis. Perannya cukup sederhana yaitu sebagai pemasok tenaga listrik darurat pada saat dibutuhkan. Ketika catu daya dalam keadaan normal, daya yang disuplai oleh UPS tidak akan berasal dari inverter. UPS jenis ini biasa digunakan di berbagai produk elektronik rumah tangga, seperti komputer pribadi, modem, atau perangkat VoIP.

  • Online UPS

Model UPS online adalah perangkat dengan fungsi konversi ganda. Daya PLN melalui UPS online diubah menjadi arus searah dan kemudian diumpankan ke baterai. Baterai mengubah arus searah kembali menjadi arus bolak-balik dan dapat digunakan untuk memasok listrik yang dibutuhkan oleh berbagai perangkat.

Karena listrik diubah menjadi itu, tidak heran jika UPS online menjanjikan catu daya yang stabil. Dengan fungsinya menyediakan daya yang stabil, hampir tidak ada perbedaan antara UPS dan stabilizer dalam model daya cadangan ini. Namun, perangkat ini jauh lebih mahal daripada UPS siaga.

  • Line-interactive UPS

Berikut ini adalah jenis UPS saluran interaktif. UPS jenis ini dapat memberikan catu daya yang stabil sebagai penstabil untuk peralatan elektronik. Jenis UPS ini dirancang untuk dapat merespon jika pasokan listrik PLN tiba-tiba naik atau turun.

Kesimpulan

Terlihat jelas bagaimana perbedaan mendasar antara stabilizer dan UPS. Walaupun sama dalam beberapa fungsi ada beberapa yang sama, namun tetap tidak merubah bahwa kedunya berbeda.

Jadi, jika kalian bekerja menggunakan komputer, jangan lupa untuk melengkapinya denga UPS yang memiliki fungsi menstabilkan daya seperti stabilizer. Dan tetap gunakan stabilizer untuk perangkat elektronik dirumah seperti kulkas dan lainnya.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat. Temuka artikel menarik lainnya hanya di Thegeneralgreene.

Terima kasih.

BangDin Pemula blogger yang ingin mendunia lewat konten yang menarik dan bermanfaat yang berfokus pada teknologi digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *